[Review] Ta Wan Restaurant: Makan Bubur Dengan Elegan

by - 6:58 PM


Bubur Ayam identik dengan gerobak atau kios sederhana di pinggir jalan. Mau berapapun omzet mamang bubur ayam, sarana dan fasilitas usahanya ya gitu-gitu aja. Buat pelanggan kayak saya, yang penting ada kerupuk setoples besar yang bisa diambil kapan saja dan berbotol-botol sambal. 

Pengalaman saya buat makan bubur ayam ya begitu aja sampai akhirnya saya dipertemukan dengan Restoran bernama Ta Wan. Dari depan restoran yang didominasi dengan warna merah di logo restoran dan cokelat di desain interior ini nampak seperti chinese restaurant yang menyajikan seafood dan kawan-kawannya. Saya sendiri rada sungkan buat masuk ke dalam restoran seperti itu karena nampak "mewah" dan jiwa #sobatmisqueen saya seperti mencegah saya buat masuk. Kalian pernah ngerasain hal yang sama kayak saya nggak sih? Beberapa restoran seperti mengeluarkan aura mahal dan tidak cocok buat dompet misqueen kayak saya, bahahaha. 


Ta Wan cabang PVJ
Ta Wan adalah salah satu restoran keluarga dengan menu andalan bubur ayam. Bubur yang disajikan oleh Ta Wan memiliki varian yang sangat banyak dan bikin saya bengong. Pertama kali saya masuk ke restoran Ta Wan adalah di mall Paris Van Java, menemani suami yang hobi makan bubur ayam. Kunjungan kedua adalah di cabang Trans Studio Mall untuk makan malam sebelum nonton Fantastic Beast. Saya awalnya sedikit kurang nyaman tapi ketika melihat ada tulisan No Pork, No Lard di detiap meja saya jadi tenang untuk memesan dan menikmati makanan di sini.


ini sebagian dari varian bubur yang ditawarkan
Saya memesan Nasi Goreng di kunjungan pertama dan bubur ayam di kunjungan kedua. Untuk bubur ayam, saya kasih komentar singkat dan jujur ya yaitu nggak ada hal istimewa di menu itu. Rasanya B aja, hehehe.


penampakan nasi goreng

Bubur Ayam yang kami beli di Trans Studio Mall adalah Bubur Ayam ukuran Large dan Sup Asam Manis. Di akhir pekan, restoran ini sangat digandrungi oleh keluarga sehingga kita rada celingukan nyari meja dan kursi yang bisa kami duduki. Ada seorang ibu yang mungkin kepala restoran itu (atau apalah ya namanya, da gak ada jabatan di name tagnya) yang menyampaikan ke kami kalau kami bisa pindah ke kursi lain agar lebih nyaman karena beberapa pengunjung sudah ada yang mau selesai dan akan pergi dari restoran itu. Makasih lho atas inisiatifnya, i appreciated it :)

Kami menunggu sekitar 5-10 menit sampai pesanan diantarkan ke meja kami dan pada saat itu kami alhamdulillah sudah pindah ke meja dan kursi yang lebih luas. Bubur ayam large yang kami pesan disajikan dalam mangkuk berukuran besar dan berwana putih polos. Pramusaji juga memberikan 2 mangkuk kecil dan 2 sendok yang semuanya berwarna putih di meja kami. Mangkuk kecil inilah yang kami gunakan untuk makan. Jadi ngambilnya dikit-dikit gitu kayak orang beradab :v. Sup Asam Manis pun disajikan dalam mangkuk besar dan warna yang sama, ditambah "bonus" mangkuk kecil seperti yang sudah kami dapatkan dari mangkuk bubur ayam. 


ini penampakan bubur ayam ukuran besar

Saya pribadi sangat suka dengan peralatan makan yang dipakai di restoran ini. Kenapa coba? buat saya peralatan serba putih (mangkuk besar, kecil bahkan sampai ke sendoknya) terkesan bersih, elegan, dan gak "berisik" di mata. Ngerti nggak ya dengan penjelasan tadi? :D.

Sekarang kita bahas soal rasa bubur ayam. Penjelasannya gak bakal sampai sampai 1 paragraf sih, hehe. Bubur ayam Ta Wan ini sangat lembut teksturnya, warnanya putih bersih dengan taburan cakwe dan irisan daging ayam yang cukup besar di bagian atasnya. Saya menyendok bubur ke dalam mangkuk kecil dan langsung memakannya. Rasa nasi masih nampak di lidah tapi sudah dibungkus dengan bumbu yang saya nggak tau itu apa. My taste buds not be relied on buat ngecek bumbu apa aja di dalam sebuah makanan XD. Rasa bubur yang lembut dan enak banget ini makin bikin kita menggila kalau sudah dicampur dengan sambal yang disediakan di meja. Fyi, ada 3 jenis sambal: warna merah tua (ada unsur terasinya deh kayaknya), warna merah, dan saus sambal. Sambal yang paling pas dan bikin rasa buburnya bikin lidah dan kepala bergoyang adalah sambal berwarna merah. Enak banget sih itu, cobain aja!

One thing that amazed me from Ta Wan porridge adalah saya tidak merasa ternistakan ketika menyantap bubur tanpa kerupuk. Wah, buat saya sih ini adalah kelezatan in a whole new level. Nggak percaya? cobain aja! :))


Makan dari mangkuk kecil biar lebih beradab

Buburnya udah oke nih, lalu gimana Sup Asam Manisnya? 
Sup ini buat saya juga enak! Sup ini berisi campuran jamur yang dipotong-potong, daging ayam, daging kepiting, dan beberapa daging lain yang nampaknya dari seafood karena bentuknya sudah sangat mini dan bercampur dengan kuah yang nendang banget. Sup ini sangat kaya dengan rempah-rempah yang bikin saya dan suami berkeringat setelah menyantapnya. Setelah makan sup ini, perut terasa hangat dan enak banget di badan. 

Rincian harga bubur ayam dan menu bisa dilihat di foto-foto menu di atas ya. Ini ada sebagian foto dari buku menu Ta Wan:





Uang yang dihabiskan kami untuk membeli bubur ayam ukuran large, Sup Asam Manis, dan Teh Hangat adalah Rp 96.000,- termasuk pajak. 
Wagelaseh mahal ya kalau cuman buat beli bubur =)). Tapi percayalah, untuk makan malam berdua di sebuah restoran di Mall yang sasarannya kalangan menengah ke atas (kayak Trans Studio Mall dan Paris Van Java) Rp 96.000,- itu murah banget, not to mention rasa makanan, servis dan juga ambiance restoran Ta Wan ini sangat enak di lidah dan hati.

Nilai Dari Saya:
Ambiance : 8.5
Service: 8
Rasa makanan: 8.5
Harga: A bit pricey but worth it
Repurchase: Yes XD

You May Also Like

18 comments

  1. Wow menu bubur nya banyak banget dan pastinya lezat semua....

    ReplyDelete
  2. Aku mah sieun mahal mun mamam di tempat kinclong kayak gitu. Hahaha

    ReplyDelete
  3. Sering denger Ta wan ini baru tahu ternyata restoran khusus bubur ya dasar aku gak peka. Hahahaha

    ReplyDelete
  4. Huaaa Ta Wan ini kusuka kusukaaa... Ku plg suka cah baby cailan nya endolita pisaaan 😍

    ReplyDelete
  5. Kebetulan banget baca ini, suka kepo resto Tawan ini kalau ke PVJ. Nanti kamis mau mampir ahh, makan bubur sama vira.

    ReplyDelete
  6. ALhamdulillah kalau rasanya enak ya Teh, walaupun agak mahal tapi ya masih sepadan dengan tempat dan rasanya

    ReplyDelete
  7. Wah resto rasa makanan oriental enak ini walo harganya rada mahal sih menurut saya mah

    ReplyDelete
  8. Wah aku baru tahu ada resto bubur ayam di dalam mall. Kebanyakan beli buryam pinggir jalan sih, LOL.

    ReplyDelete
  9. Ternyata ada juga ya, rumah makan di mall yang mengambil spesialisasi bubur ayam. Iyaa kebanyakan adanya di pinggir jalan dengan gerobak gitu..

    ReplyDelete
  10. Baru tau tentang restoran ini...kirain bukan buryam, jd pengen nyoba jg tp jaminannya cuman no pork n no lard aja...lebih nyaman lg kalau halal gitu ya hehe...

    ReplyDelete
  11. Wah aku pernah ke Ta Wan tapi gak pesen bubur malah makan mie ayam jamur dan enaaaaak!

    Nanti lain kali mau nyoba nge-bubur lah di Ta Wan :))

    ReplyDelete
  12. sama kyak ibu Paus kalau beli buryam biasa yg dipinggir jalan malah baru tau ada yg di resto begini haahaa

    ReplyDelete
  13. Wah, mesti nyobain nih bubur ayamnya di Ta Wan

    ReplyDelete
  14. Telur pitan favorit ku. Soalnya hubby ga bakal minta, serem katanya lihat telur warna hitam begitu. Hahaha

    ReplyDelete
  15. baru tau kalo tawan = bubur

    jadi pingin coba #maniakbubur :D

    ReplyDelete
  16. Belum pernah ke sana, pengin nyobain makan bubur tanpa kerupuk tapi enak 😆

    ReplyDelete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Tapi tolong jangan sebar link hidup di komentar ya karena auto click spam ^^

Follow me on Instagram: @susiencuss_