Hang Out Di Jati Kopi Jalan Dago, Bandung

Posting Komentar

Kopi dan Bandung adalah sebuah kombinasi yang tidak bisa dipisahkan. Ada ratusan kedai kopi atau coffee shop di Bandung yang bahkan belum seperempatnya saya kunjungi. Salah satu coffee shop yang sudah saya incar karena keunikan eksterior yang stand out dibandingkan dengan kedai kopi lainnya adalah Jati Kopi.

tempat ngopi asik di dago


Jati Kopi?

Coffee Shop yang memiliki 2 store di Bandung yaitu 

  • Flagship Store: Jl Talaga Bodas no 44 Bandung. Telp: 0818-0770-7471
  • Store : Jl. Ir. H. Juanda (Jalan Dago) no 10 Bandung. Telp: 0812-1231-8007

Jam Operasional: Senin-Minggu 07.00-22.00 WIB

Flagship store basically berukuran lebih besar dan setelah saya cek, store tersebut didesain dan dikerjakan oleh satu tim arsitek terkenal di Bandung.

Ciri khas Jati Kopi, terutama yang sangat mencolok di flagship store, adalah unfinished wall di bangunan yang berukuran besar. Jati Kopi ini agak mustahil untuk tidak di-notice orang yang lewat Jalan Talaga Bodas karena karakteristik tersebut. 


Hang Out at Jati Kopi, Dago

Jumat sore menuju malam Sabtu adalah waktu di mana jalanan Bandung tidak ramah pada penggunanya. Karena itu setiap hari Jumat saya dan suami selalu mampir ke suatu tempat dulu sebelum pulang ke rumah. Sama seperti sebelum-sebelumnya, saya dan suami pun berkendara dari kantor saya ke pusat Kota Bandung. 

Karena terlalu sering main di Starbucks, kami mencari beberapa alternatif di google maps. Saya waktu itu mengusulkan ke Jati Kopi saja yang terletak di Jalan Dago. Kebetulan malam itu sedang gerimis dan saya lihat Jati Kopi sedang sepi pengunjung. Waktu yang tepat untuk datang dan melanjutkan beberapa pekerjaan di laptop.


Facilities

Jati Kopi memiliki fasilitas yang tergolong cukup yaitu 

  • Tempat parkir yang luas, terutama di malam hari karena 2 ruko di samping Jati Kopi sudah tutup sehingga pelanggan yang ingin ngopi bisa parkir leluasa.
  • Toilet yang bersih dengan pintu besi berwarna merah mencolok
  • Area Indoor dengan AC yang cukup dingin
  • Area Outdoor yang diselimuti udara dago saat malam hujan yang dingin.
  • Wastafel di luar area toilet

Jati kopi dago

Saya tidak bertanya tentang musholla ke crew yang bertugas karena saat itu sudah lewat sholat isya. Tapi kalau secara kasat mata sepertinya coffee shop ini tidak menyediakannya.


Pricelist 

Jati Kopi menyediakan menu makanan dan minuman yang bervariasi. Mulai dari teh, berbagai jenis kopi, roti bakar, kudapan seperti bala-bala serta minuman non teh dan non kopi seperti alpukat, es cendol, dan lainnya.

Menu makanan dibandrol dengan harga medium seperti layaknya coffee shop kekinian di kota manapun. Harga menu di Jati Kopi berkisar 18ribu-40ribu. 

Kami memesan hot americano dan roti bakar keju susu sebagai cemilan malam untuk menemani kami sampai macet di beberapa ruas Kota Bandung menuju rumah kami terurai.


Experience: Menikmati Malam di Jati Kopi

Kami memilih area outdoor untuk mengawali malam. Saat itu jalanan Dago terlihat sepi sekali, mungkin karena sedang hujan sehingga orang-orang memilih menunda waktu main di daerah Dago.  

Hot americano tersaji sekitar 5 menit kami menunggu dan sukses menunda kantuk di mata. Taste Americano Jati Kopi ini terasa nikmat, ada aroma nutty, sedikit asam yang tidak membuat saya mengernyitkan dahi. Memang tidak seperti karakter kopi dengan base espresso favorit saya, tapi saya tetap menyukainya.

Roti bakar keju susu menyusul kemudian dengan porsi yang cukup besar dan sudah dipotong untuk memudahkan pelanggan saat makan. Saya excited dengan aroma keju yang kuat dan bagian luar roti yang terlihat crispy. Saat saya buka, alhamdulillah isian kejunya tidak mengecewakan karena cukup banyak :D. Tekstur roti yang cukup empuk di bagian dalam dan kriuk di luar membuat roti bakar ini worth it dibeli.

roti bakar jati kopi
Sekitar 30 menit di area outdoor, gerimis sudah hilang dan beberapa kendaraan mulai melintasi Dago kembali. Termasuk di antaranya motor dengan knalpot bising yang mengganggu vibes tenang yang awalnya kami nikmati.

Sebenarnya waktu itu kami bisa saja langsung pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB. tapi kami memutuskan untuk menghabiskan malam di sana sampai tetes kopi terakhir. Hehe.

Kami memutuskan untuk pindah ke area indoor yang di dalamnya sudah ada 2 pelanggan lain. Agak repot memang saat pindah ke bagian dalam, tapi jauh lebih baik dari pada saya kesal karena suara bising dari jalan raya, kan?

tempat ngopi aesthetic daerah dago
Seperti harapan, tidak terdengar suara bising kendaraan ketika saya di bagian dalam. Karena itu saya menikmati 1 jam terakhir dengan tenang. 


What To Improve

Aspek yang perlu diperbaiki dari Jati Kopi adalah di bagian indoor sebaiknya ditambah colokan listriknya, terutama yang dekat cermin di bagian kiri. 


Is it worth it?

Dengan beberapa hal yang sudah saya jelaskan di atas, ngopi di Jati Kopi ini worth it untuk dicoba. Bahkan beberapa mahasiswa mengandalkan coffee shop ini saat mengerjakan skripsinya. Ada pelanggan yang menggunakannya sebagai meeting point juga. 

Saya malah jadi penasaran dengan Jati Kopi yang terletak di Jl. Talaga Bodas. Maybe i’ll check it out this Saturday night? 


susie ncuss
a Devoted Wife who is addicted to Traveling, Halal Food, and Good Movies.
Contact
Email: emailnyancuss@gmail.com
Click http://bit.ly/travelndate to chat me via whatsapp

Related Posts

Posting Komentar