Pengalaman Mempercepat Pelunasan KPR Syariah Di Muamalat

18 komentar

pengalaman mempercepat pelunasan KPR Syariah di muamalat

Halo semuanya, saya mau berbagi pengalaman saya melunasi KPR Syariah di Bank Muamalat dengan akad murabahah. Saat itu kami mempercepat pelunasan KPR agar cepat terbebas dari status punya utang.

Pertama Kali Nyicil Rumah aka KPR Di Bank Muamalat

Saya dan suami memulai "petualangan" nyicil rumah di Bank Muamalat di tahun 2014. Kontraktor perumahan yang kami pilih adalah Kreasi Prima Land karena perumahan yang sedang dibangun berada di lokasi yang cukup strategis: gerbang perumahan tepat di pinggir jalan utama provinsi dan sekitar 30 menit dari jalan tol.

Saat itu pilihan bank untuk KPR adalah BTN, BNI dan Bank Muamalat.
Sebagai orang awam akan hal-hal berbau financing dan segala macam, saya dan suami memilih Bank Muamalat.

Alasan Memilih Bank Muamalat Untuk KPR

Waktu itu alasan kami cuma satu: syariah.
Benar, kami memang hanya berlindung pada slogan syariah dari Bank Muamalat dan berharap agar seluruh proses sesuai dengan apa yang kami inginkan.

Salah satu hal yang membuat kami makin yakin dengan pilihan kami di Bank Muamalat adalah...

Pengalaman Teman KPR Di Bank BTN

Salah satu teman tanda tangan KPR di bank konvensional yaitu Bank BTN dengan cicilan 3 koma sekian setiap bulan. Di tahun ke 3, teman saya ini mau take over dan memindahkan KPR ke bank syariah.

Saat proses administrasi, terkuak fakta bahwa ternyata cicilan pokok rumah hanya berkurang 3 juta selama nyicil 3 tahun.

Saya waktu itu terkejut dan nggak bisa berkomentar apa-apa karena berita itu bikin saya speechless. Pengalaman ini bikin saya makin yakin dengan keputusan KPR di Bank Muamalat.

Lika-Liku Persiapan KPR Di Bank Muamalat

Persiapan KPR di Bank Muamalat termasuk penuh drama. Semua diawali dengan keharusan DP 20% dari total dana yang dikucurkan Muamalat untuk membiayai KPR saya. Padahal waktu itu total gaji saya dan suami hanya sekitar 5 juta. Di sisi lain, waktu itu kami harus mencicil motor yang sehari-hari kami pakai. 

Total DP 20% dan kelebihan tanah yang harus kami bayar adalah sekitar Rp40.000.000,-
Kami nggak punya uang sebanyak itu.
Bingung? Pasti!

Saat proses negosiasi, Bank Muamalat tidak mau memproses KPR jika rumah belum selesai dibangun. Hal ini bukan membuat kami sedih, justru malah membuat kami senang karena artinya kami punya waktu lebih banyak untuk mengumpulkan uang DP yang diminta Muamalat, hehe.

Singkat cerita, pembangunan rumah molor hampir 1 tahun sehingga uang DP berhasil kami kumpulkan dengan darah dan air mata. Sumpah ya, dulu kami miskin banget, haha.

Di sela-sela pengumpulan uang DP itu, beberapa orang yang tadinya apply KPR di Muamalat gugur satu per satu. Alasannya tentu saja karena prosesnya kelamaan dan DPnya terlalu besar.  Di saat yang sama, mertua alias orang tua suami mendesak kami untuk mengganti bank ke BTN saja.

Tapi saya tegas bilang ke suami: "Nggak. KPR harus di Muamalat"

Saya waktu itu nggak habis pikir sih, kenapa orang-orang pengen banget cepat tanda tangan perjanjian KPR? Alasannya apa? Agar merasa aman kah?  Padahal menurut saya, tanda tangan KPR nggak ada artinya kalau rumah belum jadi. Buat apa udah tanda tangan dan nyicil, tapi rumah belum bisa ditinggali? It didn't (and doesn't) make sense at all. 

Saya pribadi justru merasa aman pada regulasi dari Muamalat yaitu rumah harus sudah jadi, listrik sudah mengalir, dan lain-lain yang pada akhirnya bermanfaat buat kami yang niat beli rumah buat ditinggali.

Kami tanda tangan KPR di Bank Muamalat Cabang Buah Batu pada Bulan Februari 2015, tepat satu tahun dari awal kami membayar booking fee.

Tau kah Anda? Kami adalah satu-satunya nasabah yang bertahan KPR di Bank Muamalat dari seluruh penghuni di komplek perumahan.

Pengalaman Nyicil KPR Di Bank Muamalat

Jumlah cicilan rumah kami tidak sampai 1,4 juta. Jadi hal ini membuat cashflow bulanan kami tidak begitu berat. Saya dan suami merasa sangat bersyukur karena kami tidak perlu merasa terlalu tercekik dengan cicilan tiap bulan.

Sebelum ngomong "Wah, enak dong cicilan cuman segitu" Jangan lupa kalau kami masih punya cicilan motor yang belum lunas. Jadi total cicilan waktu itu sekitar Rp2,3an (kalau nggak salah ingat ini ya....). Belum lagi kebutuhan (dan keinginan) lain misalnya harus ngumpulin uang buat mudik, ngajak Emak di kampung buat jalan-jalan, dan sebagainya.

Oya, saat kami tanda tangan surat perjanjian KPR, Bank Muamalat menyerahkan 2 lembar dokumen. Dokumen ini berisi tabel rincian berapa besar margin dan pinjaman pokok yang dibayar setiap bulan plus sisa pinjaman. Dengan dokumen tersebut, saya sebagai nasabah atau pihak peminjam bisa mengetahui secara pasti saya udah bayar berapa, sisa pinjaman yang harus saya bayar berapa, dan jika saya mau melunasi KPR pada bulan ke sekian maka saya tau pasti berapa uang yang harus saya kumpulkan.

Saat bayar KPR per bulan, kami tidak pernah terlambat sama sekali selama durasi 2015 sampai 2020.

Pengalaman Mempercepat Cicilan KPR Di Bank Muamalat

Kenapa kami ingin mempercepat cicilan KPR?

KPR itu komitmen yang sangat berat, saya nggak tahu nanti di masa depan kehidupan akan jadi jauh lebih baik atau sebaliknya. Yang bisa saya lakukan sebagai manusia hanya berusaha, manage duit sebaik mungkin dan berdoa. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengamankan masa depan adalah menihilkan utang sedini mungkin. Selain itu...

Hidup tanpa utang atau debt free life adalah hal yang saya impikan sejak dulu.

Hal lain yang membuat kami (khususnya saya) bersemangat untuk melunasi KPR di Bank Muamalat adalah agar bisa menikmati gaji 100% tanpa harus nyicil ini itu. Menurut saya, kalau 100% gaji ada di kendali saya, saya bisa merasakan kepuasaan tersendiri.

Melunasi KPR Di Tahun Ke 5

Seharusnya KPR kami selesai di tahun 2025, tapi kami menargetkan agar KPR lunas di tahun kelima yaitu di tahun 2020. Momentum yang saya pilih adalah setelah lebaran yaitu setelah mendapatkan THR. haha.

Tapi pelunasan KPR sedikit mundur karena ada beberapa kejadian tak terduga yaitu 

  • THR dari kantor harus dibayar bertahap karena covid-19
  • Ada hal lain yang harus dibayar

Namanya juga kehidupan ya, kita bisa berencana sebaik mungkin tapi Allah SWT punya rencana lebih baik, hehe.

Prosedur Pelunasan KPR Dipercepat Di Muamalat

Suami menghubungi tim marketing Muamalat untuk memastikan prosedur pelunasan KPR. Suami pun datang ke Bank Muamalat Cabang Buah Batu untuk diskusi mengenai proses pelunasan KPR.

Dari tim marketing, syarat melunasi KPR adalah:

  1. Mengisi Formulir Pelunasan Dipercepat
  2. Menyiapkan dana untuk melunasi KPR 
  3. Menyiapkan dana untuk membayar margin Muamalat 3 bulan

Saat itu tim marketing juga memberikan informasi jumlah total yang harus disiapkan yaitu untuk poin 2 dan 3.

Formulir pelunasan yang sudah dilengkapi, kami kirim ke tim marketing. Kami lalu mentransfer seluruh dana untuk melunasi KPR+3 bulan margin untuk Bank Muamalat ke rekening yang selama ini dipakai untuk proses KPR.

Setelah itu Bank Muamalat mendebet semua dana di rekening dan proses pembayaran pelunasan KPR selesai.

Prosedur Penyerahan Dokumen KPR

Setelah pembayaran KPR selesai, proses berikutnya adalah serah terima dokumen. Saya dan suami lalu janjian dengan tim marketing Bank Muamalat. Kami janjian tanggal 19 Agustus 2020 di Bank Muamalat Cabang Buah Batu.

Kami bertemu di lantai 2 dan di sana tanpa banyak basa-basi staf dari Bank Muamalat memberikan dokumen asli rumah kami dengan panduan daftar dokumen yang dimiliki.

penyerahan dokumen KPR

Dokumen yang kami terima adalah

  • Akta Jual Beli
  • Sertifikat Bukti Hak
  • dan sederet dokumen lain yang saya tidak hafal apa saja.

Setelah semua dokumen kami terima dan periksa ulang, kami tanda tangan manual di buku besar yang disediakan. 

melunasi KPR muamalat

Alhamdulillah, semuanya selesai. Segala puji bagi Allah atas semua nikmat yang kami dapatkan.

Welcome, debt free life...

Setelah Semua Drama KPR Ini...

Saya pribadi merasa terharu dan bangga pada diri sendiri yang bersabar pada tiap tahapan perjuangan. Saya juga sangat bersyukur pada Allah SWT yang memberikan banyak kemudahan.

pengalaman melunasi KPR syariah
Saya juga (at some point, tolong dicatat ya, at some point) bersyukur dengan adanya Covid-19 ini karena saya dan suami dipaksa untuk harus di rumah, nggak boleh jalan-jalan dan macem-macem yang lain. Kondisi ini membuat kami jadi lebih hemat karena nggak traveling kemana-mana dan pada akhirnya memudahkan kami untuk mengumpulkan recehan untuk melunasi KPR.

Nanti insyaAllah akan saya tulis mengenai strategi finansial yang saya dan suami lakukan selama 5 tahun terakhir. Mungkin bisa jadi referensi untuk pembaca yang memiliki latar belakang finansial yang mirip dengan saya.

Happy Debt Free Life

Susie Ncuss

susie ncuss
a Devoted Wife who is addicted to Traveling, Halal Food, and Good Movies.
Contact
Email: emailnyancuss@gmail.com
Click http://bit.ly/travelndate to chat me via whatsapp

Related Posts

18 komentar

  1. ditunggu mba strategi finansialnya ☺

    BalasHapus
  2. Merasa miskin banget gak masalah mbak, asal masih bisa makan. Aku malah pernah gak punya beras di rumah. Gak punya uang sepeserpun dan anak udah 3 saat itu. Tapi kehidupan berputar. KPR bagaimana pun adalah utang. Aku juga melunasi KPR rumah di bank konvensional. Alhamdulillah ada jalan ya mbak. Asal kita niat dan usahakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. everyone has their own battle ya, mbak.
      Alhamdulillah semuanya sekarang udah membaik.
      congratz ya...

      Hapus
  3. Selamat mbaaa...masya Allah salut deh. Berarti musti punya tabungan banyak dulu nih sebelum mempercepat KPR?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul mbak. harus nabung dengan nominal yang menurut saya banyak, mbak. haha

      Hapus
  4. Nice banget 0engalamannya nih, aku belum pernah beli rumah kpr, karena waktu itu belinya tunai keras 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. ALhamdulillah ya... ada rezekinya untuk beli tunai.
      bersyukurlah...

      Hapus
  5. Keren banget mbak bisa lunas secepat itu. Ngga sabar dong nunggu postingan strategi finansialnya. Siapa tahu bisa dicontoh hihi

    BalasHapus
  6. Selamat udah bebas dari KPR.. Tapi setauku DP 20% dan pembangunan rumah harus udah selesai memang aturan pemerintah yang harus diterapkan semua bank. Aku juga mulai akhir 2014 soalnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin gitu ya. tapi di pengalaman saya, teman2 sekomplek perumahan udah pada ttd KPR sebelum listrik dan air ngalir :)

      Hapus
  7. Masyaallah barakallh mbak. KAu pingin banget punya rumah pribai juga. Tapi sepertinya kalau melalui bank sudah tidak bisa. Karena pernah ada kasus. Kira-kira gimana ya kalau tanpa KPR bank?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang banyak lho yang menyediakan KPR tapi langsung ke pihak developer. Tapi katanya harga lebih mahal dan harus cek dobel atau triple soal track record developernya.
      good luck mbak

      Hapus
  8. saran sebetulnya ya ka , kalau bisa memang jgan sampai ada kebutuhan utama itu karena pinjem ke bank ,misal rumah , alat transportasi . jika ingin pun kita harus betul-betul menganalisa secar amenyelurUH . Keputusan melunasi itu di tengah cicilan yang seharusnya itu aku sarankan hehe , dulu aku juga pernah ada pngalaman kerja di bank tapi khusus kta kaka , jadi kalau ada dana lebih alangkah baiknya dilunasi lebih cepat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, mbak. siapa sih yang mau kredit rumah? Kalau ada dananya mah semuanya ingin dibeli tunai.

      Lha, mbaknya nggak baca tulisan saya sampai akhir ya?
      Justru tulisan ini menceritakan kalau saya melunasi KPR 5 tahun lebih cepat dari seharusnya?
      Lain kali dibaca dulu ya sebelum komentar.

      Hapus
  9. Kalau bunganya plat kah pakai bank tersebut?
    Aku sih belum pernah coba bank itu.
    Better boleh nambah referensi.

    BalasHapus
  10. Impian ku juga bisa hidup debt free di masa depan nanti. Tapi semua itu juga butuh proses ya, harus berakit² ke hulu dulu hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email