Tangkuban Perahu, Bandung

Posting Komentar

tangkuban perahu
Kawah Tangkuban Parahu

Orang-orang sering menyangka kalau saya hidup di bandung, otomatis saya udah ke berbagai tempat wisata di bandung. Dari Tangkuban Perahu, Rumah Sosis, Kampung Gajah, Kawah Putih sampai PVJ.
Wew, totally No!
Lha wong PVJ aja baru saya datengi 3 bulan yg lalu.

Sebenarnya saya pengen dateng ke semua lokasi, tapi Bandung kan macet luar biasa saat weekend apalagi pas long weekend. Dan itu adalah alasan utama suami saya males kemana-mana ketika libur tiba. 

Tau Tangkuban Perahu kan?

Gunung ini adalah satu-satunya gunung berapi di Bandung yang bisa dikunjungi sampai puncak dengan kendaraan bermotor. Nah, Tangkuban Perahu adalah lokasi yang akhirnya saya datangi setelah berjuang membujuk rayu suami sejak saya keluar dari rumah sakit taun lalu. Dan tau ga kita kesananya tanggal berapa?

17 Agustus. 
Merdeka! haha
Jalan menuju kawah
jalan menuju kawah

Untuk menuju lokasi kawah, kita harus sedikit jalan kaki, naik melewati tangga dan jalan berbatu. 

Bau khas kawah mulai tercium saat kami melewati jalur di antara warung-warung yang jualan baju dan souvenir khas daerah wisata ini. Karena saya sudah pernah ke kawah putih, jadi saya ga gitu heboh menanggapi bau belerang. Biasa aja juga sih baunya menurut saya. =D

Ngapain Aja Di Tangkuban Perahu?

Setelah sampai sana, kami melakukan kegiatan-kegiatan mainstream di lokasi wisata: foto2 dan nyari makanan.

Kami lalu naik ke atas lagi, dan memutuskan duduk di bawah pohon tepat di pinggir pagar pembatas kawah. Samar2 terdengar percakapan pengunjung berkewarganegaraan korea di sebelah kami. Saya cuek aja, ga tertarik.

Sekitar jam setengah 12 siang, suami lalu mulai mencari2 ketan bakar karena kami mulai lapar. Saya pikir ketan bakar juga pilihan yang menarik buat mengganjal perut sementara, sebelum makan siang sebenarnya. Kami dapat lokasi yang lumayan enak, pesan ketan bakar dua dan bajigur (klo ga salah inget).
 

kawah

Kami udah kebayang rasa ketan bakar yg yummy sebelum ketan bakar terhidang, tapi waktu kami udah makan secuil ketannya, saya langsung memutar2 bola mata. 

Ini bukan ketan bakar, tapi ketan campur nasi bakaaarrr. Aaarrgghhh, bahkan ketan pun dioplos.
Ekspektasi terlalu tinggi memang bikin nyesek. Haha. 
Yasudahlah, si ibuknya mungkin ga punya banyak modal buat dagang semacam ini. Diikhlaskan sajah.

Tangkuban Parahu itu buat saya sangat layak utk dikunjungi lagi. Apalagi saya belum nyobain ngerebus telor di salah satu kawah, hehe. 

Catatan: semua foto diambil dengan sony xperia J

Keterangan biaya:

Masuk naek motor Rp 31.000,-
Dengan rincian buat masing2 orang Rp 13.000,- dan buat motornya Rp 5.000,-

Bandung, Agustus 2013.
susie ncuss
a Devoted Wife who is addicted to Traveling, Halal Food, and Good Movies.
Contact
Email: emailnyancuss@gmail.com
Click http://bit.ly/travelndate to chat me via whatsapp

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email