Kuliner Legendaris Bandung: Surabi Cihapit Sejak Tahun 1982

by - 2:04 PM

Bandung buat saya sangat identik dengan surabi. Kemana pun saya pergi, saya pasti bisa melihat pedagang surabi di pinggir-pinggir jalan sepanjang Kota Bandung, Cimahi, Kab. Bandung hingga Bandung Barat.

Well, siapa sih yang bisa menahan diri dari godaan jajanan khas sunda yang terbuat dari tepung beras ini? xixixi
Nah, Hari Kamis lalu saya dan suami sengaja jajan sore-sore di surabi legendaris di Kota Bandung. Tujuannya selain untuk mencoba rasa surabi yang sudah menjadi buah bibir dan tujuan kuliner di Bandung, saya waktu itu lagi gak mau makan nasi buat buka puasa :D

Surabi ini terletak di Jalan Cihapit tepat di depan Toko Djitu, karena itu Surabi ini terkenal dengan nama Surabi Cihapit (bukan surabi djitu :p). Surabi ini sudah ada di jalan Cihapit sejak tahun 1982. Ceritanya begini, tahun 1980 seorang perantau dari Medan mengadu nasib di Bandung dengan menjual beberapa dagangan di Alun-ALun Bandung. Tapi usahanya kurang sukses. Beliau lalu menikah dengan seorang mojang Bandung. Istri beliau memulai usaha untuk membantu ekonomi keluarga dengan menjual kue surabi dengan bahan bakar kayu bakar di tahun 1982. Perekonomian keluarga mulai membaik dan usaha berjalan sukses hingga 27 tahun. Kemudian lokasi usaha dipindahkan ke Jalan Cihapit dan sehingga sekarang Surabi tersebut dikenal dengan sebutan Surabi Cihapit. Sumber: akun instagram Surabi Cihapit.




Perjalanan dari kantor saya ke jalan cihapit ini kira-kira 20-25 menit dengan tingkat kemacetan sedang. Kalau kalian lagi gak bawa motor atau mobil sendiri, transportasi ke Jalan Cihapit ini gampang kok yaitu tinggal naik transportasi online aja dan ketik keyword "Surabi Cihapit" di google maps. Sesampainya di sana, kami parkir mobil di depan Toko Djitu (ada kang parkir yang ngarahin), tempat parkir motor juga sama yaitu di samping tokong djitu dan juga pas di dekat warung surabinya.

Penampakan warung surabi ini biasa aja tapi kalau dibandingkan dengan warung surabi tradisonal warung surabi cihapit ini sudah cukup oke meskipun tetap nampak sederhana dan seadanya. Di warung surabi ini ada

  • 1 gerobak yang diisi dengan 16 kompor surabi,
  • 1 gerobak di sampingnya yang isinya adalah berbagai macam topping untuk surabi dan perlengkapan lainnya,
  • 2 meja yang diatur sedemikian rupa sehingga selain untuk tempat menyimpan kinca, lembaran menu dan lainnya juga berfungsi untuk pembatas area karyawan dan pembeli


Kami duduk di kursi plastik berwarna cokelat yang diletakkan di salah satu meja di dekat karyawan surabi menyiapkan pesanan. Beberapa pelanggan lain duduk di meja kursi di belakang kami. Waktu kami datang sekitar jam 16.55 WIB warung surabi ini nampak sepi pelanggan, cuma ada satu keluarga berencana yang sedang menikmati surabi di meja bagian belakang. Saya waktu itu berfikir: "ini bener legendaris gitu? naha sepi kieu?*"

Tapi ternyata setelah kami duduk kira-kira 5 menit, pelanggan warung ini datang berduyun-duyun. Satu pelanggan selesai pesanannya, 2-3 pelanggan lain datang, begitu seterusnya. Kalau saya perhatikan waktu pelayanan di mas-mas karyawan ini memang cepat sih. Kalau kamu pesan 20 surabi dengan berbagai macam toping, kamu nunggu kira-kira 10 menit aja. Kalau kata saya sih itu karena si mamangnya cepet hapal sama pesanan bertubi-tubi dari pelanggan dan ditambah kompornya yang ada 20an.

Menu atau pilihan surabi yang disediakan oleh surabi cihapit ini sangat beragam, pricelistnya aja sampai ada 2. Jenis Surabi yang ada di menu ada 3 macam:

  • Surabi tradisional yang terdiri dari surabi polos, kinca, oncom, dan oncom spesial
  • Surabi Asin: segala macam yang ada oncom, telur atau ayam, total ada 19 varian dengan harga berkisar antara 8-13 rb rupiah.
  • Surabi Manis: dari cokelat, susu, pisang, kismis dan semua kombinasinya. Total pilihan surabi manis ada 18 dengan harga berkisar antara 8-12rb rupiah.
menu aka pricelist

Di antara 41 pilihan itu, suami saya pesan 1 surabi keju susu dan 1 surabi ayam telur oncom keju. Saya sendiri belum pesan apa-apa karena buka puasa masih rada lama dan takut kalau surabi keburu dingin sebelum saya makan :D. Kata suami saya, surabinya enak bangeettt mana dimakannya masih panas fresh form the tungku gitu kan. Saya waktu itu cuman bisa bengong ngiler ngeliat suami saya makan sedangkan saya masih nunggu sekitar 1 jam lagi, haha.




 


Surabi Ayam Oncom Telor Keju yang tebel pisan

gimana perasaanmu kalau lagi puasa tapi liat suami ekspresinya begini waktu makan surabi? :))

Kami lalu pesan surabi sekitar pukul 17.20 WIB untuk dibawa pulang (buat buka puasa saya dan sekalian nyemil malam hari):
  • Surabi kinca 1 tangkup (2 pcs)
  • Surabi oncom 1 tangkup (2 pcs)
  • Surabi oncom spesial 1 pcs
  • Surabi Cokelat 1 pcs
  • Surabi Telur oncom 1 pcs

Dari semua jenis surabi yang saya coba, ternyata yang bikin saya nggak bisa lupa dengan rasanya sampai sekarang adalah surabi oncom! Gilak ya itu surabi, enak banget rasanya. Gue sampe pingin salaman sama yang bikin resepnya. Oncomnya itu manis pedes dan gak bau tengik sama sekali. Pedesnya itu pas kayak yang saya bayangin, enak banget lah pokoknya.

Yang perlu kalian ketahui dan yang paling penting dari warung ini adalah mamang karyawannya itu gak pelit ngasih topping di semua surabi: loyal gak manusiawi gitu lah.

Satu kekurangan dari warung ini adalah tidak menyediakan menu minuman, jadi kita semua kudu mandiri beli minum. gak usah jauh-jauh, bisa beli di Toko Djitu yang penampakan warungnya udah sangat vintage alis jadul.

Nilai dari saya:
Ambiance Restoran: 7.8
Service: 8.5
Rasa makanan: 8
Harga: terjangkau alias affordable
Repurchase: Yess!

Note:
* kenapa sepi begini?

You May Also Like

12 comments

  1. Masuk wish list karena belum pernah nyobain. Kayaknya di pasar cihapit banyak makanan legendaris ya Mba :)

    ReplyDelete
  2. Sebagai org bandung aku blm pernah coba ini hahaha.

    ReplyDelete
  3. Wow surabi naik kelas ya, saya baru tahu loh surabi cihapit padahal saya pecinta surabi oncom garis keras hahah tfs ya Teh

    ReplyDelete
  4. Belum pernah cobain surabi cihapit padahal sering ke pasar cihapit, pasarnya enakeun, bersih

    ReplyDelete
  5. Waaah jadi kangen makan surabi nih 😋😋😋

    ReplyDelete
  6. Wah legendaris ya, tp saya baru tau, hiks... Hrs nyobain ini mah...

    ReplyDelete
  7. Favorit saya juga tuh, surabi dengan topping klasik. Surabi oncom... beuuuuh

    ReplyDelete
  8. Wahhh patut banget dicoba nih. Aku aja baru tau 🙈
    Terima kasih infonya ya. Jadi aku tau ada makanan seenak ini

    ReplyDelete
  9. Wah sejak tahun 1982, padahal saya pituin Bandung kok ga tau ya..keliatan bukan tukang kulineran haha.. Surabi oncom juga favorit saya banget lho, jadi kabita pengen nyoba surabi oncom di sini :)

    ReplyDelete
  10. jadi mau coba kuliner ini pas mau ke bandung

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kuliner ini wajib dicobain.
      ditunggu di bandung lho... :D

      Delete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Tapi tolong jangan sebar link hidup di komentar ya karena auto click spam ^^

Follow me on Instagram: @susiencuss_