Cukul Pangalengan: Tempat Melihat Sunrise Terbaik Di Bandung Selatan

by - 9:30 AM

Hai Travelers!
Saya hari ini mau sharing tentang perjalanan singkat saya untuk berburu sunrise moment di Cukul, Pangalengan, Kab. Bandung hari Sabtu lalu. Saya pribadi tidak tau sama sekali bahwa ada kawasan pariwisata berbasis alam selain Situ Cileunca dan kebun teh di daerah Pangalengan. Jadi saya tidak memiliki berharap banyak, bahkan tidak berharap apa-apa, saat diajak suami saya buat ke Cukul.



Waktu Terbaik Berangkat Ke Cukul Sunrise Point Dari Bandung
Saya dibangunkan suami sekitar pukul 02.30 pagi. Tanpa mandi, saya mengenakan pakaian lengkap sesuai tuntunan agama saya, lalu mengunci semua pintu dan jendela serta menggembok gerbang rumah sebelum kami berdua meluncur ke Pangalengan sekitar pukul 3 pagi.

Kami berangkat jam 3 karena rumah kami terletak di Kecamatan Cihampelas, Kab. Bandung Barat. Jadi jarak antara rumah kami dengan lokasi Cukul, Pangalengan tidak terlalu jauh. Jika teman-teman dari Kota Bandung, saya sarankan untuk berangkat sekitar jam 2 atau 2.30 pagi. Apalagi kalau teman-teman belum pernah sama sekali ke Cukul dan tidak punya teman yang bisa jadi pemandu/guide ke lokasi.

Alasannya kenapa?

  • Kalau kita berangkat jam segitu (jam 2-3an),
  • Kita tidak perlu terburu-buru di jalan sehingga resiko kecelakaan akan terminimalisir. Tolong diingat kalau jalan menuju Cukul itu berkelok-kelok tanpa henti :D
  • Bagi teman-teman muslim, kita juga bisa Shalat Subuh berjamaah tepat waktu di musholla yang disediakan di Cukul.
  • Jika ada kemacetan tidak terduga di jalan, misalnya ada truk yang mogok dan kondisi lain yang kadang benar-benar random terjadi, kita masih ada spare waktu yang cukup untuk tetap menikmati sunrise di salah satu lokasi terbaik di Bandung.

Kami sampai sekitar pukul 4 lewat sekian. Jalan menuju sunrise point cenderung menanjak dan dipenuhi dengan batu berukuran cukup besar yang tidak cocok dengan tipe mobil kami. Karena itu kami memarkir mobil kecil kami di warung kopi tradisional di seberang jalan. Berbekal flashlight handphone, kami bergandengan tangan menyusuri jalan di tengah kegelapan malam dan cuaca dingin.

"Dek, liat ke atas deh..." kata suami saya di sela-sela helaan nafas.
Saya sontak mendongak ke atas dan terperangah dengan taburan bintang di atas kepala. Langit sepertiga malam terakhir saat itu terlihat sangat indah...
Percayalah, kita seperti bisa melihat milky way dengan mata telanjang. Keindahan bintang di langit membuat suasana hati berubah jadi riang gembira dan langkah kaki pun menjadi ringan. Saya saat itu merasa sangat bahagia meski beberapa kali sempoyongan karena kaki terantuk batu yang tak terlihat mata.

Harga Tiket dan Fasilitas yang ada di Cukul Sunrise Point, Pangalengan
Kami sampai di loket yang diterangi lampu berwarna kuning. Setelah membayar tiket masuk seharga Rp 10.000,- per orang, suami saya bergabung dengan pengunjung lain untuk menunaikan sholat di musholla tepat di samping loket.

Di sana juga ada toilet buat kamu yang kebelet buang air atau buat para muslimah yang ingin berwudhu di tempat yang tertutup. Tapi kamu harus mau berjalan beberapa langkah ke arah bawah menuju bangunan berwarna hijau kekuningan. Tidak perlu khawatir, semua jalan mendapatkan penerangan yang cukup dari lampu-lampu yang dipasang.


Di Cukul juga ada belasan warung tepat di samping sunrise point yang siap melayanimu dengan aneka sajian yang memikat hati. Warung-warung ini menyediakan mi instan rebus (ini wajib banget dibeli!) dan goreng, segala macam gorengan, minuman hangat, dan snack-snack lain yang biasa kita lihat di warung sebelah rumah :D. 


mi rebus: makanan wajib di daerah dingin

Di bagian belakang warung-warung ini juga ada toilet lagi, jadi kita nggak perlu turun ke bawah (ke arah loket) untuk buang air atau sekedar cuci muka biar nggak ngantuk.

Pemandangan Sunrise aka matahari terbit di Cukul, apakah seindah itu?
Saya dan suami duduk di salah satu kursi yang disediakan oleh tempat wisata alam ini untuk menunggu matahari muncul dari tempat istirahatnya. Pukul 5.15 WIB, langit mulai terang... saya dan suami serta pengunjung yang lain menyiapkan kamera masing-masing untuk menangkap lukisan Tuhan di kanvas raksasa. 


Beberapa menit kemudian kami mendapati hutan dan perkebunan nan hijau di bawah kaki kami terhampar luas. Dengan cahaya kuning keemasan dari matahari yang mulai nampak, lukisan alam seperti memiliki kekuatan magis untuk para penikmatnya. Saya waktu itu tidak terlalu banyak memotret, tapi lebih banyak diam dan tenggelam dalam indahnya ciptaan Tuhan.

Tips Agar Perjalananmu Nyaman dan Fotomu Di Cukul Makin Instagramable

Ini daftar barang yang saya bawa saat berburu sunrise di Cukul Pangalengan yang mungkin bisa kamu contek. Barang-barang ini akan membuat perjalananmu nyaman dan juga membuat foto-fotomu di sana lebih oke dan siap di-upload di instagram tanpa filter.



  1. Duit Cash alias uang tunai! Ini adalah hal utama, karena kita nggak bisa menggunakan e-money, e-wallet atau edc untuk membayar tiket atau membeli makanan di warung-warung.
  2. Kamera. Ini wajib banget ya... kalau nggak punya mirrorless atau dslr, pastikan kamera smartphonemu dalam kondisi bersih dan..
  3. Batere Smartphone dalam kondisi penuh
  4. Air minum dalam tumbler agar kita juga bisa mengurangi sampah botol plastik saat jalan-jalan
  5. Jaket yang cukup untuk melindungi tubuh dari dinginnya Pangalengan.
  6. Sepatu yang nyaman.
  7. Bawa properti foto secukupnya. Nggak perlu properti aneh-aneh, misalnya saya waktu itu cuma bawa topi lebar yang ternyata memberi dampak besar pada hasil foto di sana. Kamu juga bisa membawa kain tenun ukuran besar yang nggak hanya bisa untuk foto2 cantik, tapi juga bisa dipakai sebagai selimut tambahan untuk menghadapi suhu 13 derajat di sana, hehe. Jika tidak punya, cukup membawa topi kupluk dan jaket andalanmu untuk berfoto di sana. 
Perkebunan Teh Yang Tetap Mempesona

Setelah puas memandangi matahari terbit dan menghabiskan satu mangkuk mi rebus yang lezat. Kami berjalan ke area belakang warung-warung kecil dan menikmati perkebunan teh yang memanjakan mata.

Setelah puas menikmati perkebunan teh, kami pun turun ke bawah menuju area parkir mobil. Kami mampir dulu ke area danau yang saat itu dalam kondisi surut karena sedang musim kemarau. Danau di pagi hari dengan latar belakang Rumah Belanda bercat putih yang legendaris menjadi pemandangan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh kami berdua.



Bandung Selatan ternyata memiliki pesona alam yang tidak ada habisnya. Saya sebagai warga Jawa Barat merasa bangga dan tertantang untuk ikut mempromosikan wisata di Bumi Parahyangan ini. 

Di antara teman-teman pembaca, adakah yang sudah pernah ke Cukul?
Share dong pengalamannya di kolom komentar!
i'd love to read all of your stories :D

Your travel buddy,
Susie Ncuss

You May Also Like

25 comments

  1. huhuhuhu, Mbaaa dirimu sungguh meracuni banget hahaha.

    Saya kan jadi pengen ke kebun teh juga.
    Agak sedih udah lama kepegen tapi sampai hujan mulai turun, belum terealisasi.

    Kayaknya bisa juga nih kami tiru, bangun pagi terus menyasarkan diri ke tempat kayak gini.
    Nggak perlu nginep.

    Kangen traveling deh rasanya

    ReplyDelete
  2. saya belum pernah ke Cukul nih. Pernah ke Bandung waktu tahun 2007, tapi gak jalan-jalan karena hanya transit doang

    ReplyDelete
  3. Aku suka banget mbak dengan hasil foto yang memakai topi dan membelakangi gitu. Btw pakai kamera apa mbak e?

    ReplyDelete
  4. Foto-foto cantikmu mbaa, duuh bikin aku kaya dipanggil diajakin nih, duuuh keren banget.
    Kebayang hawa dingin lalu kita saksikan lukisan alam, amazing pastinya.

    ReplyDelete
  5. Itu yang rumah belanda, rumah pribadi atau bukan? Saya ngebayanginnya kayaknya asik banget punya rumah dengan view seperti itu

    ReplyDelete
  6. View nya keren2 ya...udaranya pasti adem nih. Kalo ke tempat secantik ini sayang kalo nggak bawa props foto ya

    ReplyDelete
  7. Wah boleh di coba nih wisata cukul buat lihat sunrise. Apalagi bandung jakarta terasa dekat.

    Btw di sana ada homestay di rumah penduduk tidak?

    ReplyDelete
  8. Baruuuu beberapa waktu yang lalu ada teman cerita soal tempat ini. Bagus bangeeet mbaa, saya mupeng deh pengen kesana juga.

    Alam selalu punya tempat istimewa di hati saya, karena di sana pasti bisa dapat banyak foto yang bagus.

    ReplyDelete
  9. Aih indah ya pemandangannya...dkt padahal tapi blm pernah ke sana..huhu..

    ReplyDelete
  10. Viewnya indah banget Mbak. Apalagi yang foto saat lihat sunrise dan mengenakan topi. Beneran bikin mupeng deh, berasa pengen juga menikmati sunrise di Cukul Pangalengan ini.

    ReplyDelete
  11. Ya Allah nyaman banget tempat ini mba. Ngajak keluarga kayaknya mau deh habiskan waktu ke sini. Daripada selalu di kemacetan Jakarta :0 Wah perkebunan teh emang nyaman

    ReplyDelete
  12. wah view nya mbak, luar biasa,, kebun teh spt itu juga ada di malang sini,, jauh sekali klo saya pgn ke cukul pangalengan ya :D

    ReplyDelete
  13. Waaah indah banget ya mbak pemandangan Cukul. Sayang saya jauh dari Bandung. Pasti tempat wisata ini banyak dikunjungi wisatawan saat liburan tiba ya mbak.

    ReplyDelete
  14. Huaaa jadi kangen kebun teh nih, terakhir ke Bandung 2 tg lalu klo ga salah tp kalau kr Cukul belum sih. Oh yaa aku juga pernah ke Pangalengan waktu SD dan minum susu murni langsung di sana.

    ReplyDelete
  15. Saya baru tahu di Pangalengan ada tempat yang indah untuk menikmati matahari terbit. Indah sekali. Saya tinggal di lembah pegunungan dan ridak selalu beroleh kesempatan menikmati suasana matahari terbit di luar karena berbeda wajah.
    Bandung Selatan memang menyimpan potensi alam yang luar biasa.

    ReplyDelete
  16. Pangalengan emang salah satu alternatif lihat sunrise mbk. Bulan kemarin lihat sunrise Masha Allah indah banget sampai di video segala hihi. Tapi harus tahan sama suhunya dingin banget kalau pagi-pagi.

    ReplyDelete
  17. Mba, fotonya kece-kece lhooo... Kalau cewek tuh ya biasanya selalu bawa aksesoris macam-macam untuk pepotoan di lokasi seperti ini. Ya topi, kaca mata, dan semacam selendang atau scarf gitu.

    ReplyDelete
  18. Pemandangannya bagus sekali ya...
    Suda lama sekali saya gak main ke Bandung selatan, agak kapok dengan kemacetannya.
    Memang lebih baik nyubuh kalau mau ke sana ya ..

    ReplyDelete
  19. Mbaak fotonya bagus buangeet.. boleh tau pake kamera apa? Selain faktor lokasi yang cakep alat dan yang motret juga penting yaa hihi

    ReplyDelete
  20. Jangankan ke Cukul, ke darah Pengalengan aja belum pernah aku mba hahaa

    Ntar anterin ya mba kalau aku main ke pengalengan hehe

    ReplyDelete
  21. Pas banget nih ketemu artikel ini, aku tuh lagi bingung kak mau ajak keluarga liburan akhir tahun kemana, pengennya sih ga terlalu jauh kaya gini, makasih ulasannya ya kak

    ReplyDelete
  22. Baru dengar ada nama tempat melihat sunrise cukul pengalengan ini. Pemandangannya bagus ya sepertinya. Aku lihat di foto itu juga kayak berkabut gitu. Ah, kapan ya bisa jalan ke sana?

    ReplyDelete
  23. Nah kan Bandung
    Kota ini selalu punya sudut untuk saya sukai dan kunjungi kelak jika waktunya tiba

    ReplyDelete
  24. ih ini cakep banget deh hasil foto-fotonya mba keren bangets jadi pengen ke sana sambil foto2 hahaha

    ReplyDelete
  25. Belum pernah ke Cukul, mba

    Idem sama mba Arda Sitepu, foto membelakangi dengan topi itu, ciamik banget. Syukak!

    ReplyDelete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Tapi tolong jangan sebar link hidup di komentar ya karena auto click spam ^^

Follow me on Instagram: @susiencuss_