Kuliner Legendaris Bandung: Roti Gempol Sejak 1958

by - 11:53 AM

Petualangan mencari makanan legendaris Kota Bandung kembali lagi!

Kali ini saya dan suami menjelajahi wilayah Citarum, tepatnya di Jalan Gempol Wetan. Katanya di sini ada roti legendaris dan dalam beberapa review di google map, roti ini adalah yang terbaik di Kota Bandung. Baique, saya pun tertantang untuk membuktikannya, tentu saja bersama driver andalan suami saya.

Baca Kuliner Legendaris Bandung: Roti Bakar Gang Kote


Lokasi dan Sejarah
Karena terletak di Jalan Gempol Wetan, Roti legendaris ini bernama Roti Gempol. Toko roti ini berada di Kawasan Kuliner Gempol. Yup, kamu gak salah, Roti Gempol ini tetanggan dengan Kupat Tahu Gempol yang luar biasa enak (tapi mahal ituuu) =)).

Kuliner Legendaris Bandung: Kupat Tahu Gempol Sejak 1969

Menurut sejarahnya, roti ini berasal dari Salatiga yang kemudian pindah ke Bandung pada tahuan 1958. Ibu Lidya, pemilik Roti Gempol, memulai usaha roti ini sejak masih kuliah di ITB. Roti yang dijual di toko Roti Gempol adalah roti yang dibuat sendiri alias home made. Sebenarnya ini adalah hal umum terjadi pada makanan legendaris yaitu berasal dari tangan-tangan kreatif dan tulus saat membuatnya, bukan dari mesin.

Daftar Harga Dan Menu Roti Gempol
Saya dan suami memesan Roti Manis Gandum Perseorangan, Roti Komplit Ririungan, dan Teh Tawar Panas. Pricelistnya ada di bawah ini ya.




Bagi yang bingung dengan istilah di dalam daftar menu tsb, ini penjelasannya:
Perseorangan: roti untuk porsi 1 orang saja
Ririungan: roti untuk rame-rame. 2 tangkup (4 buah) roti berukuran 2 kali lipat dari roti perseorangan.


Pesanan saya

Suasana Toko Roti Gempol
Kami menunggu roti pesanan kami di kursi/sofa yang sudah disediakan. Jarak antara sofa dengan etalase roti dan kasir roti kira2 1,5 meter dan membentuk lorong yang dapat dilalui oleh para pelanggan.

Sofa yang bersandar di tembok sebelah kiri toko roti ini berwarna cokelat dan bagi saya terkesan seperti ruang tamu keluarga. Meja yang disediakan pun sangat berbeda dari meja yang biasa kita temui, yaitu berbentuk bulat, berdiamter kira-kira 30 cm dan bersatu dengan sofa. Meja dan sofa ini sangat cocok untuk makan berdua dengan pasangan.


Tapi jangan khawatir, kalau kita datang sambil bawa rombongan, toko roti ini menyediakan kursi plastik berwarna hijau yang akan diletakkan di lorong di dalam toko itu. Bagi beberapa orang mungkin hal ini akan membuat tidak nyaman, tapi buat saya pribadi duduk di kursi plastik hijau itu membuat saya seperti sedang bertamu di rumah tetangga.


Kalian tau kan waktu kita masih kecil (atau sudah dewasa seperti sekarang) kita sering ke rumah teman dan duduk santai sambil ngobrol-ngobrol. Nah, saya merasakan hal yang sama di toko roti ini. Ditambah pula dengan cemilan berupa roti legendaris yang enak dan bikin kenyang :9.

Eating Experiences
Roti kami datang dalam waktu kurang dari 10 menit. Kami saat itu hanya menghabiskan roti perseorangan dan setengah porsi roti rariungan. Setengah porsi lainnya dibungkus dan kami makan untuk sarapan besok pagi :D.




Roti gandum yang kami dapatkan cukup kering dan kurang moist di bagian tengahnya. Ini pertama kalinya saya makan roti gandum home made, jadi saya nggak bisa membandingkannya dengan pengalaman saya sebelumnya. Mungkin tekstur yang rada kering kayak gitu normal untuk sebuah roti gandum.

Saya memesan roti cokelat tanpa tambahan susu, jadi tekstur roti gandum yang kering dan isian meses kurang menyatu. Ini bukan salah Roti Gempol karena roti apapun bakalan gak nyatu dengan meses tanpa susu sebagai perekat. Iya, sayanya aja yang begok :)). Tapi berkat kebegoan saya itu, saya jadi tau bagaimana rasa roti tanpa tambahan susu apapun: tetap enak!

Setengah porsi roti komplit ririungan yang sudah dicomot 2 potong

Roti perseorangan yang kecil :D

Roti komplit yang dipesan suami saya pun enak banget! Roti gandum dengan daging, telur dan juga keju benar-benar menjadi pilihan sarapan yang tepat, enak dan bergizi. Tekstur roti gandum yang agak kering tertutupi oleh lembutnya daging dan telur di bagian dalamnya. Setengah porsi roti komplit yang kami bawa pulang pun rasanya tidak berubah ketika dimakan keesokan hari. Kami tetap menikmati sarapan yang enak setelah roti itu dihangatkan di microwave.

Overall, saya suka dengan Roti Gempol. Lain kali saya akan balik lagi dan akan mencoba varian roti manis yang nampaknya bertekstur lebih lembut. Hal yang kurang saya sukai di Roti Gempol ini adalah tidak ada larangan untuk merokok di dalam ruangan #sedihakutu

Nah, gimana... Ada yang berminat untuk mencoba kuliner legendaris Bandung inih?

Nilai dari saya
Ambiance : 7 (minus sama rokok sih)
Service: 8
Rasa makanan: 7.9
Harga: Lumayan mahal
Repurchase: Yes!

You May Also Like

28 comments

  1. Ooh roti ririungan itu roti rame2 , baru tau :)
    Cocok banget ini buat sarapan ya, komplit dan mengenyangkan. Nikmat banget ini jika disajikan dengan teh hangat.

    ReplyDelete
  2. Duh aku suka banget makan roti seperti ini mba. Kayaknya lebih kenyang juga. Hihi. Tapi pas aku ke Bandung nggak tahu nih mba ada kue legendaris speerrti ini. Kalau tahu, aku pasti nyoba

    ReplyDelete
  3. Makanan legendaris kayak gini biasanya enak banget ya, sampai2 bertahan sampai puluhan tahun.
    Roti gandum tuh menggoda mba, jadi pengen nyobain.
    Tapi jauh banget hahaha

    ReplyDelete
  4. Wah..istilahnya 'perseorangan' ya..seperti sedang tanding olahraga..hihi... Dan awalnya aku bingung, Roti Gempol tu yg bagaimana ya? Ternyata roti yg dijual di Jl Gempol.. 😉

    ReplyDelete
  5. Ya Ampun! Satu lagi tempat kulineran di Bandung yang patut dicoba. Bandung oh Bandung.... kamu nggak pernah mandek inovasi untuk ranah kuliner dan oleh-oleh.

    ReplyDelete
  6. Bandung dan Makanan, rasanya luar biasa apalagi lihat rotinya maknyessss. Pengen banget kesana, sekali minta roti sama coklat plus susunya ya mba heheh

    ReplyDelete
  7. Bandung, kulinernya berkembang terus. Ini harus dicoba deh kalau ke Bandung, sempetin jalan2 ke Gempol Wetan.

    ReplyDelete
  8. Klasik banget yaa...tampilannya, sajiannya.
    Menarik~

    Aku belum pernah jalan sampai Gempol teh...
    Jauh gak ya...kalau dari Arcamanik?
    ((buka gmaps...wkkwkw~ ))

    ReplyDelete
  9. Saya bukan penggemar makanan roti. Kebalikannya ma suami dan anak-anak saya yang memang suka roti. Jadi, kalau mau makan roti, saya memang harus ajak mereka. ^_^

    ReplyDelete
  10. Ini Gempol maksudnya yang di CIjerah deket Kahatex itu kan? Aku belum pernah ke sini huhuhu. Ngeselin emang kalau di public space ada yang ngerokok. Mau ngelarang juga ga enak dan ga enak juga kalau ada yang minta izin. -_-. By the way tulisan tangannya cakep, suka ih

    ReplyDelete
  11. Roti Gempol kusukaaa apalgi yang gandum, paporitkuu..
    Apalagi kalo ditemani sama secangkir kopi panas, huhuuu nikmatnyaa..

    Hayu atuh, kopdar makan roti gempol!

    ReplyDelete
  12. Jadi ... ini tuh roti tawar?
    tempatnya kecil ya? tapi rame tuh. Trus mikir lihat menu, kenapa pakai istilah "perseorangan"?

    ReplyDelete
  13. Duuuh, aku jadi pengen bakar roti ni di dapur Mbak.... AKu kebayang sama roti bakar kumplitnya.... Hmmm.... sepertinya sarapan pakai itu mantep deh....

    ReplyDelete
  14. The food looks yummy. So this is like toast with many toppings I suppose, and I bet many people love this. I haven’t tried it but I would love to

    ReplyDelete
  15. Suka juga berkunjung ke toko yang suasananya kayak bertambu. Wah saya jadi penasaran dengan roti gempal khas Bandung yang udah ada dari tahu 1958 ini...

    ReplyDelete
  16. Memang paling gak enak makan di rumah makan yang mengizinkan perokok meokok di sana ya mbak.
    Tapi rotinya enak ya mbak? Usaha sejak tahun 58-nan dan bertahan sampai skrng luar biasa :D Jd penasaran rasa rotinya.

    ReplyDelete
  17. Bandung sekarang surga kuliner banget ya dimana-mana banyak makanan aneka varian bahkan wisata kuliner disana ada yang buka tengah malam pula sampai pagi. Btw ternyata nama rotinya itu nama jalan ya tak pikir bentuknya gitu kaya gimana gimana hehe.

    ReplyDelete
  18. Waa Bandung, aku jadi penasaran rasanya roti gandum yang dibuat sendiri daripada pabrikan.
    Pasti lebih enak ya Mba, kapan-kapan semoga bisa incip kuliner legendarisnya Bandung

    ReplyDelete
  19. minum teh sore hari ditemani roti ggempol ini kayaknya pas banget deh, ditambah nonton drama korea, makin syahdulah suasananya, hehehe :)

    ReplyDelete
  20. Sejak tahun 1958? Wahhh sudah lama juga yaa, bisa bertahan selama itu berarti kualitas roti ini memang jempolan :)

    ReplyDelete
  21. Ini ya roti bandung yang terkenal itu.. tempatnya klasik banget ya mba.. soal rasa sih ngga usah ditanyakan lagi ya.. fix jadi salah satu tempat yang harus di datengin saat ke bandung nanti

    ReplyDelete
  22. Belum pernah nyobain mba tapi penasaran karena pakai roti gandum ya.. kucatat dah mba kalo ke Bandung bisa nyobain. btw gempol tuh ngingetin aku nama daerah di Pasuruan Jawa Timur hihihi

    ReplyDelete
  23. Owww...baru tau ada Roti Gempol ini. Ternyata semacam sandwich tapi pake roti gandum ya, dengan isian sesuai selera. Sandwich atau roti bakar sih ya tepatnya? ;)

    ReplyDelete
  24. makanannya kelihatan enak. tapi lihat harganya mikir juga mau makan makanan tradisional kaya gini. mending cari yg kaki lima atau lesehan ya.

    ReplyDelete
  25. Wohoooo. Cocok banget ya Mbak buat yg niat diet ya Mbak, roti gandum ini.
    Mau coba juga ahh nanti, kali ada rejeki ke Bandung lagi :)

    ReplyDelete
  26. Bandung itu memang destinasi yg pilihan wisatanya nggak pernah ada habisnya. Hampir semua ada, mulai dari mall, fashion, makanan, wisata air, wisata gunung, dll.

    Soal makanan misalnya, kayaknya adaaa aja yg baru. Saya suka kulineran bandung tapi belum pernah tau roti gempol. Biasanya temen suka bawain beyeum aja. Haha. Kreasinya itu lhoo nggak pernah selesai. Ada aja inovasi yg dibuat.

    ReplyDelete
  27. Kenapa yang legend sering mahal ya heheu tapi ini belum. Coba btw

    ReplyDelete
  28. Waktu ke Bandung kapan itu, udah dapat info tentang roti gempol ini. Tapi pas saya ke sana emang rame banget. Akhirnya gak jadi. Baca tulisan ini, makin penasaran deh pengen coba, apalagi rotinya roti gandum. Kegemaran saya ini.

    ReplyDelete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Tapi tolong jangan sebar link hidup di komentar ya karena auto click spam ^^

Follow me on Instagram: @susiencuss_