Menikmati Jalan Malioboro Yang Bebas Kendaraan Dan Sepi Pedagang Di Selasa Wage

by - 9:30 AM

Hai travelers!
Hari ini saya akan bercerita mengenai apa yang terjadi di Jalan Malioboro Yogyakarta, yang merupakan sentra turis lokal dan internasional, setiap Selasa Wage. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya dua kali main ke Yogyakarta dalam waktu yang cukup berdekatan sehingga saya bisa merasakan sendiri gimana kondisinya.

Jalan Malioboro, Landmark Kota Yogyakarta
Malioboro adalah nama salah satu jalan di jantung Kota Yogyakarta. Jalan yang menjadi titik kumpul favorit para traveler lokal dan internasional ini sangat dekat dengan Stasiun Tugu atau Stasiun Yogyakarta. Saya sendiri sangat menyukai aktivitas jalan kaki yang tidak lebih dari 5 menit dari stasiun Tugu ke Jalan Malioboro meskipun di siang hari dan membawa ransel yang berat di pundak.



Malioboro sudah sangat terkenal sebagai pasar 24 jam di mana kita bisa membeli apapun yang kita butuhkan: batik dari yang murah sampai yang mahal, kerajinan tangan, souvenir yang lucu-lucu sampai yang serius, makanan dari keripik remeh temeh hingga bakpia berbagai macam rasa, gudeg, pecel, angkringan sampai kopi jos tumplek semua di Malioboro.



Kawasan yang merupakan salah satu pusat perputaran uang di Yogyakarta ini sejak Juni 2019 mengalami perubahan. Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pemerintah Kota Yogyakarta memulai uji coba penutupan kawasan Jalan Malioboro setiap Selasa Wage.

Buat orang yang bukan berasal dari Suku Jawa atau tidak lahir di kawasan penduduk Jawa pasti bingung dengan istilah Wage. Is it a kind of food? Ya nggak lah... Di penanggalan Jawa, ada yang namanya Pancawara yaitu nama dari sebuah pekan atau minggu yang terdiri dari 5 hari atau disebut juga sebagai hari pasaran. Nama-nama hari dalam sistem pancawara ini adalah paing-pon-wage-kliwon-legi. Nama-nama ini tidak menggantikan hari di sistem kalender masehi, tapi melengkapinya. Misalnya hari ini Senin Paing, Besok Selasa Pon, Rabu Wage, ..., Sabtu Paing, Minggu Pon, dan seterusnya. Fyi, saya sendiri dulu lahir di Hari Selasa Paing, hehe.

Apa aja nih kira-kira yang berubah di Jalan Malioboro berdasarkan Keputusan Sultan alias Gubernur Provinsi Yogyakarta? Baca terus ya...

Tiap Selasa Wage, Malioboro Jadi Jalan Bebas Kendaraan Pribadi!
Malioboro ini selalu jadi kawasan termacet karena ada ribuan orang yang berkumpul di ruas jalan ini setiap hari. Pada Hari Selasa Wage, kendaraan bermotor milik pribadi dilarang lewat di kawasan ini. Semacam car free day lah kalau di kota-kota lain. Hanya saja setiap Selasa Wage, Bus Trans Jogja tetap diperbolehkan melintasi jalan malioboro.

Buat saya pribadi, Bus Trans Jogja tetap boleh melintas adalah keputusan yang tepat. Kenapa coba? Karena sangat mengakomodir kebutuhan para traveler yang mungkin saja sudah kelelahan jalan kaki di bawah matahari Yogyakarta yang luar biasa panas tapi ada keperluan membeli sesuatu di Malioboro. Daripada mengeluarkan uang untuk transportasi online yang mahal, traveler bisa menggunakan Bus Trans Jogja menuju Malioboro dengan harga terjangkau.


Penuh sama sepeda dan pejalan kaki

Saat Selasa Wage, tepatnya di sore hari, saat saya berjalan dari pintu keluar Stasiun Tugu dan akan belok kanan ke Jalan Malioboro, ada beberapa petugas yang berjaga di ujung jalan tersebut. Tidak hanya itu, ada palang besi yang dipasang melintang unutk menghalangi kendaraan bermotor untuk lewat. Petugas tersebut berjaga untuk membuka jalan bagi Bus Trans Jogja yang akan lewat. 


Ibu-ibu berkebaya yang foto2 di tengah Jalan Malioboro
Gimana, Asik kan jalan-jalan di Malioboro tanpa sesak asap knalpot kendaraan di selasa wage? :D

Tapi... saat Selasa Wage, ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu:

Pedagang Batik dan Pedagang Kaki Lima lainnya Libur Dagang di Malioboro

Whhaattt??
Yup, betul banget wahai traveler... para pedagang ambil cuti berjamaah di hari Selasa Wage. Emangnya cuma kita yang bisa cuti dan liburan? hehe.

Waktu saya jalan-jalan di Selasa Wage, Malioboro memang betul-betul kosong oleh pedagang kaki lima. Lorong panjang yang menjadi tempat favorit kita buat bertedh dari terik matahari Yogyakarta saat itu kosong melompong. Saya dapat dengan mudah berjalan di lorong itu tanpa bersenggolan dengan bahu orang lain, saya juga bisa dengan cepat melihat circle K, ATM Centre, dan toko oleh-oleh yang biasanya tertutup dengan ratusan orang yang lalu lalang di sana.


lorong yang biasanya penuh sama pedagang, skrg kosong melompong ya :D
Buat teman-teman yang ingin belanja batik, jangan khawatir... Masih ada toko-toko yang bisa jadi tempat kita berbelanja. Pasar Beringharjo juga masih tetap buka kok.

Ada banyak Pertunjukan Musik yang bisa dinikmati lho...
Buat para penggemar street performer bersuara indah, Kamu bisa menemukannya dengan mudah di depan Hotel Grand Inna Malioboro. Pertunjukan musik tersebut digelar lengkap dengan drum, gitar dan juga sound system yang oke. Waktu saya lewat di depan pertunjukan tersebut, banyak warga lokal, turis lokal, dan traveler lain yang menonton pertunjukan musik tersebut. Saya awalnya juga ingin ikut bergabung untuk menikmati live music di sana, tapi waktu itu saya ingin cepat-cepat sampai di Malioboro Mall untuk membeli sesuatu. Jadi keinginan tersebut saya kubur dalam-dalam :D.


menikmati musik di depan Hotel Grand Inna
Selain pertunjukan musik, ternyata ada pertunjukan seni lainnya yaitu Sastra Malioboro di depan Jogja Library Center yang berada di bawah Badan Perpustakaan Dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertunjukan ini dipelopori oleh Komunitas Penyair Kampung. Sayangnya waktu itu pertunjukan sastra belum dimulai, saya tidak punya waktu untuk menunggunya karena saya harus segera sampai di Stasiun Tugu untuk pulang kembali ke Bandung.

Oya, ada pertunjukan Wayang Orang juga di depan kantor Dinas Pariwisata Yogyakarta. Waktu saya lewat, kalau nggak salah para pemainnya masih warming up gitu... :D

Kesimpulan dan Rekomendasi
Buat beberapa orang, di Selasa Wage Jalan Malioboro nampak kehilangan daya tarik terbesarnya yaitu lalu lalang kendaraan bermotor dan pedagang kaki limanya. Tapi jika kita menelusuri jalan Malioboro lebih jauh, ada pesona lain yang dapat kita temukan di sana.

Bagi teman-teman yang sudah sering datang ke Yogyakarta dan mungkin merasa jenuh dengan kepadatan Kota Batik ini, Hari Selasa Wage bisa jadi waktu yang tepat untuk menikmati jantung Kota Yogyakarta dengan suasana yang berbeda.


Warm Regards,
Susie Ncuss
www.travelndate.com

You May Also Like

20 comments

  1. Kemarin aku ya datang ke Malioboro pas Selasa Wage pekan kemarin. Tapi waktu itu masih pagi jadi cuman para pedagang yang bersihin lapak aja

    ReplyDelete
  2. SELASA WAGE ya Mbaaa
    Cateeett!
    Moga2 aku berkesempatan untuk menikmati Malioboro dgn nuansa berbedaaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  3. Wah baru tau aku Mba..bisa banget jadi alternatif kalo bener-bener pengen jauh dari suara mobil motor ya...

    ReplyDelete
  4. Yogya bikin kangen. Okelah, akan saya ingat untuk mengunjungi Malioboro pada Selasa Wage karena pengen melihat suasananya yang lengang. Dulu kala ke sana pada tahun 1993 suasananya tidak semacrt Bandung, kok. Masih terasa kalah macet dan kendaraan belum banyak. Cuma panasnya bukan main. Malam hari saja tetap panas, bikin gak betah.
    Tapi saya ke Yogya dengan rombongan teman-teman sekolah jadi tidak tahu letak Stasiun Tugu.

    ReplyDelete
  5. Malioboro saat ini lebih asik ya.. dua tahun yang lalu sendang proses pembangunan tuh mbak dan sedang uji coba.. pas saat itu aja sudah terlihat lebih tertib, apalagi sekarang ya.. pasti jauh lebih tertib dan nyaman buat para turis kesana

    ReplyDelete
  6. Liat jalan2 di yogya jadi nostalgia aduh beneran deh jadi kepengen ke sana lagi, kangen sama malioboronya :)

    ReplyDelete
  7. Ah aku tahu ini, keputusan pemerintah untuk event selasa wage ini emang ku nilai tepat. Layaknya acara cfd kita jadi makin khusyuk memaknai jalan malioboro dan oldishnya bangunan disini

    ReplyDelete
  8. eleuh baru tahu kalau selsa wagge di Malioboro pada istirahat semua meang sepi julan tapi seengganya bisa nimati maliobobro sisi lain ya teh

    ReplyDelete
  9. Sejak pertama kali diuji coba hingga saat ini saya belum pernah ke Malioboro saat Selasa Wage. Kalau dengar cerita orang orang memang menyenangkan ya menikmati Malioboro lebih lengang dan banyak sekali pertunjuka di area Malioboro ini

    ReplyDelete
  10. Ada kesan lain tentunya ya menyusuri jalan yang lengang gitu.jadi selasa wae waktu yang tepat untuk jalan-jalan ya bukan belanja di Malioboro nih

    ReplyDelete
  11. pas selasa kemaren aku ke malioboro bukan selasa wage berarti, soalnya ga ada yang sepedahan gitu tapi emang para pedagang ga ada, cuma malemnya aja jualannya

    ReplyDelete
  12. Saya jadi pengen ke Malioboro nih, mba. Apa datangnya ntar aaja lagi pas Selasa Wage ya. Bisa bakalan puas banget menikmati Malioboro ya mba :)

    ReplyDelete
  13. Malioboro ini adalah salah satu alasan Yogya menjadi kota yang ngangeni. Padahal ya cuma tempat jalan gitu ya, tapi entah kenapa pesonanya selalu membuat ingin balik dan balik lagi ke Malioboro.

    ReplyDelete
  14. Ya Allah jadi kangen Malioboro deh terakhir SD kesana hahaha, lama banget ya.

    ReplyDelete
  15. Udah sering dengar Malioboro tp blm kesampaian ke sana hikkks, q jg suka ke tempat wisata kalau sepi gk terlalu ramai biar bisa foto2

    ReplyDelete
  16. Acaranya seru juga ya mbak dan pas acara ini pedangang pada libur dan jalangan jadi sedikit lengang. Wah sudah lama enggak main ke Yogya.

    ReplyDelete
  17. Wah berarti Selasa Wage adalah hari merdekanya pejalan kaki di Malioboro. Seru banget kalau ada peratiran yang bebas kendaraan begini di wilayah yang padat.

    ReplyDelete
  18. Sering ke Malioboro tapi lupa terus mau foto sama tulisan Yogyakarta hehehe
    semoga lain kali kalo ke Jogja, mampir ke situ pepotoan ah. Selalu menyenangkan ya mba pergi ke Jogja

    ReplyDelete
  19. Wah aku baru tau kalau selasa wage malioboro itu libur. Kemana aja ya hehe. Kangen Jogja kalau inget malioboro itu :)

    ReplyDelete
  20. Malioboro oooh Malioboro.. cantik dan unik tapi memang banyak perubahannya ya mba. Tapi kami tetap menikmatinya

    ReplyDelete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Tapi tolong jangan sebar link hidup di komentar ya karena auto click spam ^^

Follow me on Instagram: @susiencuss_