Keliling Museum Di Kota Tua, Jakarta

by - 11:31 AM

Kota Tua Jakarta terasa suram karena awan gelap menggelantung sejak pagi. Saya dan suami keluar dari Halte Transjakarta Kota Tua dan perlahan menyusuri tangga dan koridor bersama puluhan manusia menuju titik episentrum Kota Tua. We've visited Kota Tua Jakarta several times but we just hanged out with our friends. So, we decided that we have to visit Kota Tua Jakarta one more time and enjoy the museums, arts, the crowds, everything in there. Kami berhasil mengunjungi 3 museum di Kota Tua yaitu Museum Bank Mandiri, Museum Wayang, dan Museum Seni Rupa dan Keramik

Cara Menuju Kota Tua
Cara yang paling populer adalah 

  • Menggunakan Commuter Line Jakarta dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Keluar dari stasiun dan Anda sudah berada di Kawasan Kota Tua Jakarta
  • Menggunakan Transjakarta. Saya dan suami menggunakan cara ini karena murah dan nyaman banget XD
  • Transportasi Online: Gojek, Grab, apapun lah ya... simply click on your app and you'll be there in no time.
Museum Bank Mandiri
Harga Tiket: Rp10.000,-
Kami mengawali perjalanan di Sabtu pagi itu dengan menjelajahi Museum Bank Mandiri. Museum ini merupakan salah satu bagian dari cagar budaya Kota Tua di Jakarta. Saat kami memasuki museum, ransel dan backpack kami dititipkan di tempat yang tersedia tepat di sebalah kanan pintu masuk. Alhamdulillah, it helped us a lot because we could move around with lighter shoulders :D





We literally walked through every inch of this museum. The most interesting thing for me is Galeri yang menunjukkan uang yang dipakai di Negara Indonesia dari tahun ke tahun, sejak jaman pra kemerdekaan hingga tahun 2020. Nostalgia masa-masa kecil tentu saja tidak bisa dibendung karena sejak kecil hingga sekarang saya menggunakan beberapa versi uang. Saya juga terpesona dengan stained glass yang merupakan ciri utama Museum Bank Mandiri yang terletak di tengah-tengah tangga menuju lantai dua.




Setelah puas dan kaki sudah kebas karena berjalan di seluruh area Museum Bank Mandiri. Kami keluar dan berjalan kaki melintasi jalan yang terkurung oleh dinding-dinding tua. Saat itu gerombolan anak muda sedang sibuk bermain dengan smartphone masing-masing, kemungkinan sedang memotret satu sama lain agar bisa dipost di instagram dan media sosial lain :D

Museum Wayang
Harga Tiket: Rp5.000,-
Saya awalnya sedikit ragu untuk memasuki museum wayang karena nampak suram dan terasa panas bahkan ketika sudah di bagian dalam museum. Tapi karena saya sangat penasaran dengan isi museum ini, perjalanan tetap dilanjutkan. Daaann.... ternyata museum ini sangat layak dikunjungi. I enjoyed my time there by reading the storyline of each Wayang. Kita juga bisa mendapatkan pengetahuan baru bahwa wayang itu macam-macam jenisnya dan dari ujung barat hingga timur Indonesia punya wayang masing-masing. It was a mindblowing moment for me.



Beberapa hal yang saya harap perlu diperbaiki di Museum Wayang adalah:
  1. Fix the air condition karena di beberapa area, saya merasa kepanasan dan pengap. Tapi saya kurang tau juga ya kalau suhu ruangan berpengaruh pada boneka/wayang yang disimpan di ruangan tersebut.
  2. Nama-nama tokoh wayang harus ditulis dan dapat dilihat dengan mudah oleh pengunjung. Saya sangat kesulitan untuk mengetahui wayang mana yang namanya siapa karena saya bukan penggemar wayang dan tidak hafal nama-namanya. Padahal cerita yang disajikan di museum ini sangat seru lho...
  3. Toilet dibersihkan secara berkala dan sirkulasi udara diperbaiki agar tidak pengap dan berbau pesing

Museum Seni Rupa dan Keramik

Harga Tiket: Rp5.000,-
Museum terletak di seberang Museum Sejarah Jakarta itu memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia. Saya sebenarnya tidak begitu tertarik dengan keramik dan patung-patung karena saya nggak paham seninya =)). But in the end, we went inside anyway :D


Begitu saya masuk lebih dalam ke dalam Museum Seni Rupa dan Keramik ini, saya ternyata terpesona pada beberapa lukisan yang dipamerkan di sana. Tapii.. saya tidak bisa memungkiri kalau ada beberapa lukisan yang saya nggak paham maksudnya apaan.

Pasti tau kan mana lukisan yang saya ngga paham maksudnya apa
 

The conclusion is.... i really enjoyed our time in Kota Tua Jakarta. Saya tidak sabar untuk kembali ke Kota Tua karena ada beberapa museum yang belum saya datangi dan tentu saja banyak sekali pojok2 kota tua yang belum saya kulik.


Ada yang bisa ngasih rekomendasi tempat yang bisa dikunjungi di area Kota Tua kah? Share di kolom komentar ya....


Your Travel Buddy,
Susie Ncuss

You May Also Like

4 comments

  1. Salahsatu yang pantas diapresiasi itu loh .. tarif tiketnya muraaah, ngga nguras isi kantong 😁

    Udah gitu, bangunan2 peninggalan kolonialnya terawat apik.

    Makanya dulu waktu aku tinggal di Jakarta,sering banget ke myseum Fatahillah 🙂

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, murah bangeetttt....
      Justru aku belum pernah ke Museum Fatahillah
      Someday kalau COVID-19 udah berlalu, insyaAllah bakalan main ke Kota Tua lagi.

      Delete
    2. Oh, malah belim sempat mampir ke museum Fatahillah, kak 😱 ?.

      Apik kok interiornya.
      Tangga 2 sisi berlainan arah di dekat pintu utama keren banget desainnya.

      Siip, kak ntar kalau wabah sudah berakhir kudu dieksplore ruangan museum Fatahillah 🙂

      Delete
  2. Harga tiketnya itu murah sekali ya, museum bank cuma 10 ribu, tapi masih lebih murah museum wayang dan museum seni rupa dan keramik karena cuma 5.000.

    Emang museum masih buka ya saat ada virus Corona? 🤔

    ReplyDelete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Tapi tolong jangan sebar link hidup di komentar ya karena auto click spam ^^

Follow me on Instagram: @susiencuss_