Keliling Museum Di Kota Tua, Jakarta

26 komentar
Januari 2020. Kota Tua Jakarta terasa suram karena awan gelap menggelantung sejak pagi. Saya dan suami keluar dari Halte Transjakarta Kota Tua, perlahan menyusuri tangga dan koridor bersama puluhan manusia menuju titik episentrum Kota Tua. We've visited Kota Tua Jakarta several times but we just hanged out with our friends. So, we decided that we have to visit Kota Tua Jakarta one more time and enjoy the museums, arts, the crowds, & everything in there. Alhamdulillah, at that time Kami berhasil mengunjungi 3 museum di Kota Tua yaitu Museum Bank Mandiri, Museum Wayang, dan Museum Seni Rupa dan Keramik

Cara Menuju Kota Tua
Cara yang paling populer adalah 

  • Menggunakan Commuter Line Jakarta dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Keluar dari stasiun dan Anda sudah berada di Kawasan Kota Tua Jakarta
  • Menggunakan Transjakarta. Saya dan suami menggunakan cara ini karena murah dan nyaman banget XD
  • Transportasi Online: Gojek, Grab, apapun lah ya... simply click on your app and you'll be there in no time.
Museum Bank Mandiri
Harga Tiket: Rp10.000,-
Kami mengawali perjalanan di Sabtu pagi itu dengan menjelajahi Museum Bank Mandiri. Museum ini merupakan salah satu bagian dari cagar budaya Kota Tua di Jakarta. Saat kami memasuki museum, ransel dan backpack kami dititipkan di tempat yang tersedia tepat di sebalah kanan pintu masuk. Alhamdulillah, it helped us a lot because we could move around with lighter shoulders :D





We literally walked through every inch of this museum. The most interesting thing for me is Galeri yang menunjukkan uang yang dipakai di Negara Indonesia dari tahun ke tahun, sejak jaman pra kemerdekaan hingga tahun 2020. Nostalgia masa-masa kecil tentu saja tidak bisa dibendung karena sejak kecil hingga sekarang saya menggunakan beberapa versi uang. Saya juga terpesona dengan stained glass yang merupakan ciri utama Museum Bank Mandiri yang terletak di tengah-tengah tangga menuju lantai dua.



Setelah puas dan kaki sudah kebas karena berjalan di seluruh area Museum Bank Mandiri. Kami keluar dan berjalan kaki melintasi jalan yang terkurung oleh dinding-dinding tua. Saat itu gerombolan anak muda sedang sibuk bermain dengan smartphone masing-masing, kemungkinan sedang memotret satu sama lain agar bisa dipost di instagram dan media sosial lain :D

Museum Wayang
Harga Tiket: Rp5.000,-
Saya awalnya sedikit ragu untuk memasuki museum wayang karena nampak suram dan terasa panas bahkan ketika sudah di bagian dalam museum. Tapi karena saya sangat penasaran dengan isi museum ini, perjalanan tetap dilanjutkan. Daaann.... ternyata museum ini sangat layak dikunjungi. I enjoyed my time there by reading the storyline of each Wayang. Kita juga bisa mendapatkan pengetahuan baru bahwa wayang itu macam-macam jenisnya dan dari ujung barat hingga timur Indonesia punya wayang masing-masing. It was a mindblowing moment for me.



Beberapa hal yang saya harap perlu diperbaiki di Museum Wayang adalah:
  1. Fix the air condition karena di beberapa area, saya merasa kepanasan dan pengap. Tapi saya kurang tau juga ya kalau suhu ruangan berpengaruh pada boneka/wayang yang disimpan di ruangan tersebut.
  2. Nama-nama tokoh wayang harus ditulis dan dapat dilihat dengan mudah oleh pengunjung. Saya sangat kesulitan untuk mengetahui wayang mana yang namanya siapa karena saya bukan penggemar wayang dan tidak hafal nama-namanya. Padahal cerita yang disajikan di museum ini sangat seru lho...
  3. Toilet dibersihkan secara berkala dan sirkulasi udara diperbaiki agar tidak pengap dan berbau pesing

Museum Seni Rupa dan Keramik

Harga Tiket: Rp5.000,-
Museum terletak di seberang Museum Sejarah Jakarta itu memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia. Saya sebenarnya tidak begitu tertarik dengan keramik dan patung-patung karena saya nggak paham seninya =)). But in the end, we went inside anyway :D


Begitu saya masuk lebih dalam ke dalam Museum Seni Rupa dan Keramik ini, saya ternyata terpesona pada beberapa lukisan yang dipamerkan di sana. Tapii.. saya tidak bisa memungkiri kalau ada beberapa lukisan yang saya nggak paham maksudnya apaan.

Pasti tau kan mana lukisan yang saya ngga paham maksudnya apa
pinginnya rebahan, tapi cuman bisa duduk tjantik
 

The conclusion is.... i really enjoyed our time in Kota Tua Jakarta. Saya tidak sabar untuk kembali ke Kota Tua karena ada beberapa museum yang belum saya datangi dan tentu saja banyak sekali pojok2 kota tua yang belum saya kulik.


Ada yang bisa ngasih rekomendasi tempat yang bisa dikunjungi di area Kota Tua kah? Share di kolom komentar ya.... Someday ketika udah bisa bebas keluar rumah lagi, saya dan suami pingin main lagi ke sini dan menikmati rekomendasi dari teman-teman semuanya!


Your Travel Buddy,
Susie Ncuss
susie ncuss
a Devoted Wife who is addicted to Traveling, Food, and Good Movies.
Contact
email: emailnyancuss@gmail.com
click http://bit.ly/travelndate to chat me via whatsapp 

Related Posts

26 komentar

  1. Salahsatu yang pantas diapresiasi itu loh .. tarif tiketnya muraaah, ngga nguras isi kantong 😁

    Udah gitu, bangunan2 peninggalan kolonialnya terawat apik.

    Makanya dulu waktu aku tinggal di Jakarta,sering banget ke myseum Fatahillah 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, murah bangeetttt....
      Justru aku belum pernah ke Museum Fatahillah
      Someday kalau COVID-19 udah berlalu, insyaAllah bakalan main ke Kota Tua lagi.

      Hapus
    2. Oh, malah belim sempat mampir ke museum Fatahillah, kak 😱 ?.

      Apik kok interiornya.
      Tangga 2 sisi berlainan arah di dekat pintu utama keren banget desainnya.

      Siip, kak ntar kalau wabah sudah berakhir kudu dieksplore ruangan museum Fatahillah 🙂

      Hapus
  2. Harga tiketnya itu murah sekali ya, museum bank cuma 10 ribu, tapi masih lebih murah museum wayang dan museum seni rupa dan keramik karena cuma 5.000.

    Emang museum masih buka ya saat ada virus Corona? 🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, harga tiketnya murah banget.

      Saya ke sana di Januari 2020, jadi masih pada buka, hehe.

      Hapus
  3. Anak-anak kalau lagi kangen kepengen naik kereta tapi gak ada tujuan suka aku ajak ke kota tua, soalnya dari stasiun kota deket, tinggal jalan kaki. Cuma satu yang belum dikunjungin museum wayangnya malah. Padahal sama-sama di situ juga. 😁

    BalasHapus
  4. Wah Kota Tua ya mbak selalu menyenangkan kalau kemari banyak sekali kenangan jaman kuliah sampai kerja dan main ke tempat ini. Pandemi selesai jalan kemari sepertinya menyenangkan ya mbak.

    BalasHapus
  5. Jadi inget beberapa tahun lalu main main kedalam musim wayang dan bank mandiri.. tapi sudah lama banget.. waktu anakku yang pertama usia 2 tahun deh.. artinya sudah 8 tahun yang lalu huhu sekarang sudah lebih bagus ya disana... mmm.. wista kota tua apa ya.. karena jarang kesana jadi aku belum bisa kasih rekomendasi mbak.. semangat berkeliling wisata ya..

    BalasHapus
  6. Dari museum Bank Mandiri, jalan sedikit ada Museum BI juga tuh, sayang pas terakhir ke sana gak semuanya dibuka soalnya lagi direnovasi

    BalasHapus
  7. Keinginan ke Jakarta jadi makin bertambahhh.. pengen naik Transjakarta biar kayak orang kota hahaha.. receh nyaaa . Semoga bisa kesampaian, Aamiin ya Robb

    BalasHapus
  8. Masuk museum masih murah meriah tapi banyak banget yang di dapat sejarahnya.
    Aku pernah juga ke museum2 di atas.

    BalasHapus
  9. Waah..pengen juga nih kapan2 menjelajah Kota Tua Jakarta. Pasti dapat banyak pengalaman ya..

    BalasHapus
  10. tiket masuk yang murah tuh dilema ya mbak :) karena murah jadi banyak yang berkunjung, tapi sisi lainnya fasilitasnya jadi nggak terjaga karena banyaknya orang yang berkunjung

    BalasHapus
  11. Waktu itu pernah ke Kota Tua tapi gak sempat masuk ke museumnya Teh, karena lagi rame-rame bareng rombongan. Padahal kayaknya menarik banget yaaah.

    Nanti kalo covid-19 udah kelar pengen ngajakin anak-anak main ke sana kayaknya seru deh

    BalasHapus
  12. Udah lama banget ngga ke kota tua :( seingat saya, baru dua kali ke sana. Tp itu juga lupa deh apa dalam kunjungan tersebut saya ngunjungin museum yg ada di sana atau ngga

    BalasHapus
  13. Wah jadi kangen jalan-jalan ke Kota Tua, semoga corona segera berkalu biar bisa piknik lagi ya

    BalasHapus
  14. aku pernah ke museum di kota tua juga, seru ya.
    bisa foto-foto juga hihihi...
    pengen ke kota tua lagi pengen nyobain cafe-nya, batavia apa ya namanya... dulu belum sempat :D

    BalasHapus
  15. Seneng aq tuh baca artikel soal traveling jg berasa ikut juga apalg blm pernah ke kota tua Jakarta 😊

    BalasHapus
  16. Sewaktu bulan puasa tahun lalu sempat mau ke Kota Tua dan ke museum-museumnya yang ada di sana, sayang banget batal karena kesorean buat pulang ke Depok. Akhirnya pas balik ke Batam nyesel deh.

    BalasHapus
  17. Paling asyik memang menghabiskan waktu di Kota Tua Jakarta saat ada waktu luang untuk bersantai. Kalau aku biasanya datangnya siang, terus langsung keliling museum dulu. Sorenya, baru deh nongkrong-nongkrong di sekitaran Kota Tua sambil menikmati lalu lalang manusia. Sampai malam biasanya kami di sini

    BalasHapus
  18. Udah sering banget ke Jakarta tapi belum mampir ke Kota Tua. Next kalo Corona beres dan aku ke sana, harus mampir dan wisata edukasi juga di sana.

    BalasHapus
  19. Stained glass yang ada di museum Bank Mandiri itu mirip dengan yang ada di Lawang Sewu. Ada tuh di salah satu corner, maap aku lupa yang mana saking luasnya lokasinya, spot yang ada stained glass itu jadi spot menarik untuk pepotoan.

    BalasHapus
  20. Aku sering nih ajal anak anak jalan kelilinh museum atau tempat bersejarah di kota Tua sampai kaki anak anak pegal wkwkkw. Tapi seru banget jadi ilmu juga

    BalasHapus
  21. aku jadi kangeeeen mampir ke Museum mba. I am a big fan indeed dan memang oke bngeet sekarang museum Indonesia

    BalasHapus
  22. waaa seru sekali,aku belum pernah nih ke kota tua jakartaa, padahal udah lama banget pengen kesana ehehhehe

    BalasHapus
  23. relatif murah ya masuk ke museum di kota tua, saya pernah ke gedung bank mandiri itu dan sholat di masjid di sebelahnya. tapi belum keliling kota tua

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email