Kuliner Bandung: Semangkuk Bubur Ayam Pelana Burangrang Jam Enam Pagi

by - 3:04 PM

Pagi tadi, saya dan suami mengawali hari kerja pertama di Tahun 2019 dengan melintasi jalan tol jam 4 subuh! Suami saya ceritanya ada kajian yang diawali sholat subuh gitu di pusat Kota Bandung. Saya dengan jaket tebal duduk nggak bergerak di kursi di samping suami karena masih ngantuk banget. Setelah sampai di masjid yang dimaksud, suami pergi sholat dan mengikuti kajian sampai sekitar jam 6 lewat 15 menit. 

Saya tidur pulas di dalam mobil dan bangun ketika jendela mobil udah diketok-ketok sama suami yang udah kelar kajian, haha. Beneran deh, kayaknya itu adalah tidur terkebo saya di dalam mobil yang lagi parkir. Biasanya saya cuman pose pura-pura tidur dan akhirnya tidur ayam doang.

Kami lalu sepakat untuk mengisi perut dengan bubur ayam karena kupat tahu atau nasi kuning terlalu berat untuk makan di jam 6 pagi. Mobil biru kami melaju dengan kecepatan sedang menuju Jalan Burangrang. Kami parkir di depan warung Bubur Ayam Pelana yang beroperasi di dua sesi: Pukul 6-11 dan 16-22 WIB. Warung bubur ini satu bangunan dengan Bakso Enggal Malang Burangrang, tapi bubur ayam Pelana ini ada di samping, tepatnya di Jalan Emong, sebelahan banget dengan Ramen Bajuri. Pokoknya gampang dicarinya.




Dari pintu masuk, kita bisa langsung memesan bubur ayam di konter sebelah kiri. Di situ sudah tertera pricelist bubur ayam dan keterangan mana yang sold out mana yang masih ada. Suami memesan bubur ati ayam setengah porsi buat saya dan bubur kulit ayam 1 porsi buat dia sendiri.  Kami lalu duduk di kursi terdekat dari konter pemesanan sekaligus kasir. Kursi dan meja yang seluruhnya terbuat dari kayu membuat saya merasa nyaman, begitu juga dengan sumber penerangan berupa lampu dengan kabel yang terjulur cukup panjang dari atap bangunan.
difoto dengan posisi mager di pojokan


perbedaan 1 porsi dan 1/2 porsi


1/2 porsi dari dekat

Tekstur bubur ayam ini menurut saya rada encer jika dibandingkan dengan bubur ayam Ta Wan dan bubur ayam H. Amid (di Jalan Pajajaran). Toppingnya sangat banyak dan loyal: ayam, ati dan daun bawang. Saya cukup menikmati bubur ayam pelana ini dan bikin mata saya yang masih setengah (padahal udah mandi dari jam setengah 4 pagi!) jadi melek. Sayangnya teh tawar yang normalnya disajikan panas (minimal hangat) di semua warung bubur ayam yang pernah saya datangi, di warung ini malah terasa dingin #sedihakutuh.




Harga bubur ayam yang cukup reasonable (baca: nggak bikin cepet miskin) membuat saya dengan senang hati buat makan di sini. Total uang yang perlu suami keluarkan adalah Rp 27.000,- saja, rinciannya begini:

  • Bubur Ayam Ati ½ porsi: Rp 12.500
  • Bubur Ayam Kulit 1 porsi: Rp 15.500
Pricelist bubur ayam pelana terupdate

Nggak terlalu banyak sih yang perlu saya review dari bubur ayam ini, mengingat saya masuk ke dalam warung masih dalam kondisi nyawa belum terkumpul 100%. Saya bahkan lupa moto penampakan bangunan dari depan -__-“

Informasi Warung Bubur:
Alamat: Jl. Emong No.37-58, Burangrang, Lengkong, Kota Bandung
Jam buka: Pukul 6-11 dan 16-22 WIB

Nilai dari sayaAmbiance : 7.8
Service: 8
Rasa makanan: 7.9
Harga: Affordable, gaes…
Repurchase: Yes!

You May Also Like

1 comments

  1. Oh oke
    Jadi, mbak termasuk tim makan bubur yang tidak diaduk :)

    ReplyDelete

InsyaAllah saya selalu berkunjung ke blog para pengunjung yang sudah meninggalkan komentar di blog saya. Tapi tolong jangan sebar link hidup di komentar ya karena auto click spam ^^

Follow me on Instagram: @susiencuss_